Kalau mendengar kata pabrik garmen pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Sekilas industrinya mirip dengan konveksi atau penjahit. Keduanya sama-sama memproduksi bahan setengah jadi menjadi pakaian jadi. Lalu apa yang membuat pabrik garmen dan konveksi berbeda?

Pengertian Pabrik Industri Garmen

Garmen berasal dari Bahasa inggris yang artinya “pakaian” pabrik garmen merupakan manufaktur yang dapat menghasilkan pakaian jadi dan produk tekstil lainnya dalam jumlah yang besar. Selain itu proses produksi di pabrik garmen telah melewati proses produksi dan siap guna.

Ini yang membedakan pabrik garmen dengan konveksi. Jika konveksi membuat pakaian jadi dengan skala kecil atau rumahan maka garmen adalah produsen yang dapat menjahit pakaian jadi dalam skala besar dengan sistem produksi yang terarah dan ter ukur.

Proses produksi di industri garmen dilakukan dalam satu tempat mulai dari tahapan desain, pemilihan bahan, pemotongan, penjahitan, hingga penyelesaian akhir. Hasil produknya pun beragam mulai dari kaos, kemeja, jaket, jas, almamater, celana, dan berbagai produksi lainnya.

Baca Juga : Pabrik Garment di Jakarta & Tips Memilih Pabrik Garment

Proses Produksi di Pabrik Garmen

Proses produksi di pabrik garmen itu Panjang dengan sistem yang terstruktur. Berikut beberapa tahapan proses produksi dalam pabrik garmen :

  • Desain dan perencanaan

Ini merupakan Langkah awal produksi dalam industri garmen. Tahap ini melibatkan perencanaan dan perancangan produk pakaian. Dari pengembangan pola desain, penentuan size card, dan pemilihan bahan yang akan digunakan akan dibahas pada tahap ini.

  • Pemilihan bahan baku

Setelah perancanaan desain selesai, tahap selanjutnya adalah pemilihan bahan baku. Bahan baku merupakan hal yang krusial dalam produksi pakaian. Pemilihan bahan baku akan mempengaruhi kualitas produk. Di pabrik garmen pemilihan penggunaan bahan baku akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi.

  • Pemotongan kain / cutting

Tahap selanjutnya setalah pemilihan bahan baku adalah pemotongan kain. Di sini kain akan dipotong sesuai dengan pola desain produk yang akan dibuat. Proses cutting harus presisi untuk memastikan semua potongan bahan sesuai tanpa ada cacat produk.

  • Proses jahit

Kain yang sudahterpotong kemudian dijahit sesuai dengan desain. Biasanya proses jahit terpecah menjadi beberapa komponen. Proses ini membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi makanya membutuhkan tenaga profesional agar hasil presisi dan menggunakan Teknik jahit yang sesuai.

  • Finishing

Setelah produk selesai di jahit, tahap selanjutnya adalah finishing atau penyelesaian. Tahap ini meliputi pemasangan aksesoris, pengepresan, dan pembersihan.

  • Quality control

Qulity control merupakan tahap pengecekan yang dilakukan untuk memastikan produk telah memenuhi standar kualitas pabrik. Tahap ini sangat penting untuk menghindari produk cacat dan memastikan kepuasan pelanggan.

  • Packing

Setelah produk dipastikan sesuai dengan standar produksi tahap selanjutnya adalah pengemasan. Proses pengemasan dilakukan dengan rapi dan sesuai standar packing yang telah ditentukan. Packing yang baik dapat menjadi kualitas produk tetap aman selama pengiriman dan memberikan Kesan positif pada customer.

Baca Juga : Konveksi di Jakarta Garansi Uang Kembali

Perbedaan Garmen, Tekstil dan Konveksi

Meskipun terlihat sama, industri garmen, Tekstil dan konveksi memilik perbedaan yang mencolok. Tekstil adalah sektor yang bertanggung jawab memproduksi bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. konveksi adalah produksi pakaian dengan skala kecil-menengah.  Sedangkan garmen adalah industri yang mengolah bahan setengah jadi (dari industri Tekstil) menjadi pakaian jadi dengan skala besar dan proses terstruktur.

Untuk memudahkan perbedaan ketiganya, perhatikan tabel perbedaan di bawah ini

faktortekstilgarmenKonveksi
Fokus produksiMemproduksi kain dari seratMemproduksi pakaian jadi dari kainMenjahit pakaian berskala kecil
Tahap produksiPemintalan, penenunan, pewarnaan kain.Perencanaan, cutting, jahit, finishingPenjahitan, finishing
Jumlah ProduksiSkala besar, padat mesinSkala besar, padat mesinSkala kecil
manajemenTahapan manajemen cukup ketatMemiliki manajemen teratur dengan QC dan SOP yang ketatUsaha rumahan tanpa sistem produksi ketat
Scroll to Top